Catat, ini Perbedaan Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara

Selasa 04-11-2025,10:34 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

Setelah Perjanjian Giyanti 1755, Surakarta atau Solo menjadi pusat pemerintahan baru Kasunanan, sementara Jogja didirikan sebagai kerajaan tandingan di barat. Raja Solo menyandang gelar Sunan Paku Buwono, yang berarti 'peneguh dunia' atau 'pemelihara bumi', melambangkan tanggung jawab spiritual dan politik raja sebagai penerus tradisi Mataram.

Wilayah Solo kemudian menyusut setelah Perjanjian Salatiga tahun 1757 yang mengakui Raden Mas Said sebagai penguasa merdeka dengan gelar Adipati Mangkunegara I dan membentuk Praja Mangkunegaran. Kekuasaan Kasunanan semakin terbatas setelah Perang Diponegoro (1825-1830), ketika wilayah mancanegara diserahkan kepada Belanda sebagai kompensasi perang.

BACA JUGA:Gencatan Senjata Hamas-Israel Tercapai, Trump Puji Peranan Negara Muslim, Termasuk Indonesia

Dengan demikian, Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjadi kerajaan pewaris langsung Mataram di wilayah timur Jawa, sementara gelar Paku Buwono diwariskan turun-temurun kepada para raja Solo sebagai simbol keberlanjutan dinasti dan penjaga warisan budaya Mataram hingga kini.

Di bawah ini merupakan daftar pemimpin Keraton Solo dari PB II hingga XIII.

1. Paku Buwono II (1745-1749)

2. Paku Buwono III (1749-1788)

3. Paku Buwono IV (1788-1820)

4. Paku Buwono V (1820-1823)

5. Paku Buwono VI (1823-1830)

BACA JUGA:Israel Tersingkir, Italia Lolos Piala Dunia 2026, ini Poin Akhir 2 Kesebelasan

6. Paku Buwono VII (1830-1858)

7. Paku Buwono VIII (1858-1861)

8. Paku Buwono IX (1861-1893)

9. Paku Buwono X (1893-1939)

10. Paku Buwono XI (1939-1945)

Kategori :