Catat, ini Perbedaan Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara

Selasa 04-11-2025,10:34 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

3. Sri Sultan Hamengku Buwono III (1810-1814)

4. Sri Sultan Hamengku Buwono IV (1814-1822)

5. Sri Sultan Hamengku Buwono V (1823-1855)

6. Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877)

7. Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921)

BACA JUGA:Kalahkan Al Ittihad 2-0, Al Nassr Pimpin Klasemen Sementara Liga Arab Saudi 2025-2026

8. Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939)

9. Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1940-1988)

10. Sri Sultan Hamengku Buwono X (1989-sekarang)

2. Paku Alam

Dikutip dari artikel berjudul Yogyakarta dalam Lintasan Sejarah tulisan Suhatno, Kadipaten Pakualaman berdiri pada 1813 pada masapemerintahan Inggris di Jawa di bawah kepemimpinan Thomas Stamford Raffles. Latar belakang berdirinya kadipaten ini berawal dari konflik antara Sultan Hamengku Buwono II dan pemerintah kolonial yang berujung pada penyerbuan Keraton Jogja oleh pasukan Inggris pada 28 Juni 1812.

Setelah peristiwa itu, Putra Mahkota Hamengku Buwono III diangkat kembali sebagai sultan, sementara Pangeran Notokusumo, saudara sultan yang membantu Inggris, diangkat oleh Raffles sebagai penguasa merdeka dengan gelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Paku Alam I.

Secara resmi, Kadipaten Pakualaman dibentuk melalui Perjanjian Politik 17 Maret 1813, yang memberikan wilayah seluas 4.000 cacah tanah kepada Paku Alam I, diambil dari wilayah Kasultanan Jogja. Selain itu, Paku Alam I juga memperoleh tunjangan bulanan dan hak untuk memiliki pasukan sendiri.

BACA JUGA:Turis Belanda Meninggal saat Diving di Labuan Bajo

Gelar Paku Alam berarti 'penyangga dunia' atau 'peneguh tatanan alam', mencerminkan peran penguasa sebagai pelindung dan penjaga keseimbangan dalam kerajaan. Sejak saat itu, gelar ini diwariskan turun-temurun kepada para penguasa Pakualaman, menjadikan mereka sebagai bagian penting dalam struktur politik dan budaya Kesultanan Jogja hingga kini.

Berikut ini adalah daftar Adipati Paku Alam dari masa ke masa:

Kategori :